Home > Biografi Tokoh Islam > Abu Hatim (Wafat 277 H)

Abu Hatim (Wafat 277 H)

October 13, 2008

Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Idris bin Mundzir bin Daud bin Mihran Abu Hatim al-Hardhaly, Ia seorang imam hafidh yang kepercayaan serta mengetahui illat illat hadits jarah dan ta’dil.

Ia adalah teman Abu Zur’ah, beliau banyak mendengarkan hadits dan melawat ke berbagai kota. Ia meriwayatkan hadits dari ulama ulama besar. Ia pernah berkata kepada anaknya Abdurahman :” Hai anakku, aku telah pernah berjalan kaki lebih dari 1.000 farsakh untuk mencari hadits.”.

Sering ia bercerita dalam majelis kepda para hafidh, ‘barang siapa yang dapat memberikan kepada saya satu hadits yang belum pernah saya ketahui, maka saya sedekahkan satu dirham’. Maka tidak seorangpun yang dapat mengemukakan kepadanya suatu hadits yang belum dihapal oleh beliau. Padahal yang hadir terdapat Abu Zur’ah.

Ulama hadist mengakui ketinggian ilmu beliau dalam ilmu hadits beserta illat illatnya. Al Hakim menggolongkan dia kedalam golongan fuqaha hadits.

Ia wafat pada tahun 277 H

Sumber : di sini

Biografi Al-Imam Ibnu Abi Hatim

Oleh: Ibrahim bin Abdullah Al Hazhimi

Beliau adalah seorang Hafidz, kritikus, muhadits, ahli tafsir, Al ‘Allamah Abdurrahman Bin Muhammad Bin Idris Bin Mudzir Bin Daud Bin Mahran (Abu Muhammad) Bin Abi Hatim Al Hanzholi Ar Rozi.

Kelahiran, Perkembangan dan Menuntut Ilmu
Beliau dilahirkan tahun 240 Hijriyah. Beliau mengatakan, “Ayahku tidak meninggalkanku dengan hadits sampai aku bisa membaca Al Qur’an dengan belajar kepada Al Fadhl Bin Syadzan”. Setelah itu belia langsung belajar kepada ayahnya Imam Abu Hatim Ar Rozi dan Imam Abu Zur’ah serta selain keduanya yang termasuk muhaddits negeri Ray.

Beliau berkata tentang dirinya , “Aku pernah rihlah bersama ayahku di tahun 255 Hijriyah. Sebelumnya aku belum pernah ‘mimpi’. Ketika sampai di Dzul Hulaifah, aku ‘bermimpi’, maka ayahku gembira karena aku telah mendapatkan hujjah Islam. (Baligh -red)”. Beliau berkata lagi, “Kami berada di Mesir 7 bulan, tidak pernah makan kuah. Siangnya kami mengunjungi para syaikh. Malamnya kami mencatat dan berdiskusi. Pada suatu hari aku dan temanku mendatangi seorang Syaikh. Di perjalanan aku melihat ikan. Ikan itu membuat aku kagum. Maka kami beli. Ketika sampai di rumah, tiba waktu kami mengunjungi majelis sebahagian Syaikh. Maka kami berangkat meninggalkan ikan tesebut demikian sampai 3 hari. Ketika kami memakannya, beliau berkata: Ilmu tidak didapat dengan badan yang santai”

Guru-guru Beliau

Dari kalangan orang-orang dulu adalah Abdullah Bin Sa’id Abu Sa’id Al Asyaj, Ali Bin Al Mundzir, Al Hasan Bin ’Armah, Ibnu Zanjuyah, Muslim Al Hajjaj penulis Shahih Muslim dan yang lainnya.

Murid-Murid Beliau

Al Husain Bin Ali At Tamimi Al Hafidz, Abu Syaikh Al Ashfahani, Abu Ahmad Al Hakim Kabir, Abdullah Bin Asad dan Ibnu Hibban Al Busthi.

Pujian Para Ulama

Abu Ya’la Al Khalili berkata, ”Dia telah mengambil ilmu dari ayahnya dan Abu Zur’ah. Beliau adalah seorang yang memiliki ilmu yang luas bagai lautan dalam hal rijal hadits…. Beliau adalah orang yang zuhud dan dianggap kokoh.” Maslamah Bin Qasim Al Andalusi berkata, ”Beliau adalah seorang yang tsiqah, memiliki kedudukan yang terhormat, seorang imam dari imam-imam negeri Khurasan.”

Adz Dzahabi berkata dalam Tadzkirah, ”Beliau adalah seorang Imam, Al Hafidz, kritikus, Syaikhul Islam”

Wafat Beliau

Beliau wafat di bulan Ramadhan tahun 327 Hijriyah. Semoga Allah merahmati belian dan memberikan kita rizki berupa ilmu beliau dan mengumpulkan kita di surga-Nya.

Karya-karya Beliau

1. Al Jarh Wa Ta’dhil, 9 jilid. Adz Dzahabi berkata tentangnya, ”Beliau dianggap kuat dalam hafalan.”
2. At Tafsir, 4 jilid.
3. ‘Ilaul Hadits.
4. Al Musnad.
5. Al Fawaidul Kabirah.
6. Fawaidur Raziyin.
7. Az Zuhd.
8. Ar Radd Alal Jahmiyah.
9. Tsawabul A’mal.
10. Al Marasil.
11. Al Kuna.
12. Sirah Asy Syafi’i.

Inilah yang bisa saya kumpulkan tentang biografi beliau. Semoga Allah memberikan manfat melalui tulisan ini kepada para pembacanya dan penyebarnya agar diterima di semua tempat…. Dan semoga menjadi amalan yang ikhlas mengharap wajah-Nya yang mulia sebab hanya Allah yang mampu melakukannya. Sholawat dan salam semoga tercurah atas nabi kita Muhammad, keluarganya serta para shahabatnya.

Dinukil dari “Aqidah Ibnu Abi Hatim”
Sumber: Buletin Al Minhaj Edisi I tahun I

Sumber : di sini

%d bloggers like this: